Category Archives: Dakwah

Semua Ada Gantinya – Kisah Pemuda yang Menjaga dari Syahwatnya

[💌 Semua Ada Gantinya 💌 ]

🗣 Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity mengisahkan, “Dahulu ada seorang penuntut ilmu yang memiliki wajah yang sangat tampan. Banyak wanita yang tergila-gila padanya.

image

Baca lebih lanjut

Iklan

Bagaimana Para Salaf Menuntut Ilmu – Kisah Bagaimana Lezatnya Tholibul Ilmi

✏✏✏…Kelezatan dalam Tholibul Ilmi  

✒…Bagaimana kesungguhan Para Salaf dalam menuncari Ilmu sungguh menakjubakan bagi mereka yang meniti jalan mereka.
Lapar dan dahaga Mereka, Ulama Salaf dalam menuntut Ilmu menunjukkan kesunguhan dan kesabaran dalam menempuh jalan ini.
Mereka ingin mendapatkan kebaikan tholibul ilmi sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasululloh.  

image

Rasululloh صلى الله عليه وسلم bersabda,

من سلك طريقًا يلتمس فيه علمًا سهَّل اللهُ له طريقًا إلى الجنةِ ، و إنَّ الملائكةَ لَتضعُ أجنحتَها لطالبِ العلمِ رضًا بما يصنعُ ، و إنَّ العالمَ لَيستغفرُ له مَن في السماواتِ و من في الأرضِ ، حتى الحيتانُ في الماءِ ، و فضلُ العالمِ على العابدِ كفضلِ القمرِ على سائرِ الكواكبِ ، و إنَّ العلماءَ ورثةُ الأنبياءِ ، إنَّ الأنبياءَ لم يُورِّثوا دينارًا و لا درهمًا ، إنما ورَّثوا العلمَ ، فمن أخذه أخذ بحظٍّ وافرٍ.

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.” (HR Ahmad (V/196), Abu Dawud, 3641, At-Tirmidzi, 2682, Ibnu Majah, 223 disohihkan Al-Albany)  

Baca lebih lanjut

Jangan Merasa Bangga Diri dengan Amal Kita

📌 Jangan Merasa Bangga Diri dengan Amal Kita!

image

💬 Ada 4 pria berbicara mengenai amal ibadah mereka dan kesuksesan yang didapatnya:

1⃣ Pria 1 : Alhamdulillah, sejak sering shalat dhuha rejeki menjadi lancar. Bisnis sukses, sebentar lagi anak saya lulus smu rencananya akan sekolah ke luar negeri.

2⃣ Pria 2 : Bukan main, hebat sekali, sejak naik haji ibadah semakin rajin, alhamdulillah anak juga sukses rumahnya harganya milyaran, belum lagi kendaraannya. Sebagai orang tua sangat bangga, berkat doa dan didikan saya.

3⃣ Pria 3 : Masya Allah, sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan bersedekah, rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah di luar negeri sekarang jadi staff khusus Mentri.
Ketiga pria tersebut kemudian melirik pria 4 sejak tadi hanya terdiam. salah satu bertanya pada pria 4. “bagaimana dirimu? Mengapa diam saja?”.

4⃣ Pria 4 : Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan bahkan saya tidak tahu ibadah saya lakukan diterima oleh Allah SWT atau tidak. Saya mengetahui ibadah saya diterima dan sukses setelah saya meninggal nanti. Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yang saya lakukan dan balasan yang Allah berikan kepada saya.

Baca lebih lanjut

Nasehat dalam Berbicara dan Menyebarkan Berita

📗 Nasehat

FIKIH BICARA DAN MENYEBAR BERITA

image

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan dalam kitab al-Qoul al-Mufid dengan redaksi kurang lebih sebagai berikut:

⏪  رب كلمة صغيرة توصل صاحبها إلى أعلى العليين

“Bisa jadi suatu kata bisa mengantarkan pelakunya pada derajat tertinggi (di surga)”

⏪   ورب كلمة صغيرة توصل صاحبها إلى أسفل السافلين

“bisa jadi satu kata bisa mengantarkan pelakunya kepada derajat terendah (di neraka)”

Baca lebih lanjut

Bersemangatlah dalam Beribadah, namun Jangan Lupa Belajar Ilmunya

📚 Perbanyak Ibadah, Namun Enggan Belajar Agama.

🔗 Sebagian orang yang dikenal giat ibadah hanya ingin terus memperbanyak ibadah tanpa mau mengenal bagaimanakah ilmunya. Padahal ibadah dituntut harus dengan ilmu. Tidak boleh kita beribadah asal-asalan. Orang yang beribadah tanpa ilmu ibarat orang yang telah salah jalan.

image

💭 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
العَامِلُ بِلاَ عِلْمٍ كَالسَّائِرِ بِلاَ دَلِيْلٍ وَمَعْلُوْمٌ أنَّ عَطَبَ مِثْلِ هَذَا أَقْرَبُ مِنْ سَلاَمَتِهِ وَإِنْ قُدِّرَ سَلاَمَتُهُ اِتِّفَاقًا نَادِرًا فَهُوَ غَيْرُ مَحْمُوْدٍ بَلْ مَذْمُوْمٌ عِنْدَ العُقَلاَءِ
“Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang berjalan tanpa penuntun akan mendapatkan kesulitan dan sulit untuk selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.”

💭 Guru dari Ibnul Qayyim yaitu Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata,
مَنْ فَارَقَ الدَّلِيْلَ ضَلَّ السَّبِيْل وَلاَ دَلِيْلَ إِلاَّ بِمَا جَاءَ بِهِ الرَّسُوْلُ
“Siapa yang terpisah dari penuntun jalannya, maka tentu ia akan tersesat. Tidak ada penuntun yang terbaik bagi kita selain dengan mengikuti ajaran Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.”

Baca lebih lanjut

Berdakwahlah dengan Hikmah dan Lemah lembut

🍃📜 Berdakwahlah dengan Hikmah dan lemah lembut ❗

image

======

🎋 مجموعة المذاكرة السلفية : ٣٨٦
……
🍂Syaikh Ibnu Baz Rohimahullohu ta’ala mengatakan :

🌵Masa sekarang ini adalah masa kelembutan, kesabaran dan hikmah dalam berdakwah, dan bukanlah masa keras dalam berdakwah

🔦Hal yang demikian Dikarenakan kebanyakan manusia sekarang dalam Kebodohan, kelalaian Dan terpengaruh dengan gemerlap dunia.

☝Maka oleh sebab itu selayaknya pada masa sekarang berdakwah dengan kelembutan Sampai tujuan dakwah kepada manusia itu berhasil Dan Sampai manusia itu tahu tentang kebenaran.

📜📚Al Fatawa 8/37

📝Abu Hamzah Rifqi Al Maroni

📃 Media Islami
🇮🇩 Majmu’ah Mudzakaroh Salafiyyah

Bukan untuk Mencari yang Sempurna

Nasehat yg sangat berkesan.

image

Sesama Hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya.
Duri duri tajam yg mengitari tubuhnya adalah penghalang utama mereka untuk melakukan hal di atas. Bahkan kepada anak kandungnya sendiri….

Ketika musim dingin tiba, membawa hembusan badai salju susul menyusul, serta cuaca dingin yg menggigit tulang, dalam kondisi kritis seperti ini, para landak itu terpaksa saling merapat satu dengan lainnya, demi menghangatkan tubuh2 nya meski mereka harus berjuang menahan perih dan sakitnya duri2 landak lain yg menusuk, melukai kulit2 mereka.

Jika sekawanan landak itu telah merasakan sedikit kehangatan, segera saja mereka saling menjauh, namun jika rasa dingin kembali merasuk ke dalam tubuh mereka, mereka akan segera merapat lagi… dan demikianlah seterusnya.
sepanjang malam, landak2 itu disibukan oleh kegiatan saling menjauh dan saling mendekat.

Baca lebih lanjut