Metode Dakwah Ahlussunnah

📗 Manhaj (Metode)

DAKWAH SUNNAH, LANJUTKAN ! (seng apik diterusno, seng kurang disempornakno)

image

Al-hamdulillah dengan rahmat dan taufiq-Nya, Dakwah Sunnah semakin tersebar di Negeri pertiwi ini, dari Ibu kota hingga pedesaan, dari pejabat hingga asongan mulai mengenalnya, hal ini didorong beberapa sebab, di antaranya:

1) Dakwah ini dibangun di atas Tauhid yang memerdekakan manusia dari peribadatan sesama hamba menuju peribadatan kepada tuhannya para hamba, Allah Rabbul ‘alamiin.

Inilah pilar utama dakwah ini, yaitu perbaikan ediologi paling mendasar. Sehingga seorang semakin memahami hakikatnya, akan semakin merasakan adanya keterikatan kuat dengan Allah  Ta’ala dan dengan Agama-Nya.

Rasulullah dahulu mengadakan perubahan dahsyat terhadap kerusakan yang telah merata dengan tauhid, maka begitu pula umat ini akan dapat berubah dengan tauhid, oleh karena itu, ingat dan ingat selalu wasiat Ulama kita:

التوحيد أولا يا دعاة الإسلام

“Tauhid terlebih dahulu wahai para da’i Islam”

2) Kekuatan hujjah dan dalilnya.
 
Itulah Islam yang sebenarnya, sumbernya adalah Burhan dan Hujjah (dalil).

Allah berfirman: “katakanlah wahai Muhammad, datangkanlah bukti kalian jika benar-benar kalian orang yang jujur”

Kaum muslimin secara tabiat aslinya menerima apa yang Allah firmankan, apa yang disabdakan Rasulullah dan apa yang diriwayatkan dan dijelaskan para sahabat.

Dan Inilah hakikat Islam yang dipegang erat-erat generasi awal umat ini, sehingga menjadi generasi yang tangguh, generasi pembela agamanya.

Tentu ini berbeda dengan dakwah yang dibangun di atas dasar yang rapuh, dasar apa kata nenek moyang dan apa kata sesepuh. Pemeluknya tidak mendapatkan kemantapan, dan akan mudah goyah, sebagaimana masuk ke dalamnya ikut-ikutan tanpa hujjah, maka akan lepas tanpa hujjah juga.

Tapi inilah fenomena yang mendominasi kebanyakan masyarakat, sehingga diharapkan  jika mendengar  dakwah Sunnah dengan hujjah-hujjahnya  yang kuat dan dengan hati legowo, akan mudah menerimanya.

Sebagaimana perkara ini dahulu banyak memikat manusia untuk memeluk Islam, maka sekarang juga akan banyak menarik manusia untuk mengikuti dakwah Sunnah, Islam yang haq ini.

3) Dakwah ini menyeru kepada kedamaian, keimanan dan keamanan, serta keislaman dan keselamatan.

Oleh karenanya, semakin banyak tuduhan miring yang diarahkan kepada dakwah ini, maka semakin banyak pula orang merasa penasaran, sehingga ketika ikut nimbrung dalam kajian atau mendengarkan lewat media yang ada, dengan mudah dapat menyimpulkan bahwa tuduhan itu tidaklah benar.

Di lapangan dakwah sendiri sering kita dapati pernyataan orang-orang yang sudah mulai aktif ngaji, ketika mengetahui adanya pihak yang memojokkan dakwah mulia ini, mereka menjawab: “sebelum mendengar sendiri, saya juga dulu seperti itu, tapi setelah tau dan mendengar sendiri maka berbeda kondisinya”.

Oleh karena itu kami katakan kepada setiap yang curiga terhadap dakwah Sunnah ini atau termakan isu:

اسمعوا منا ولا تسمعوا عنا
ليس من سمع بنفسه كمن سمع عن غيره

“Dengarkan dari kami, jangan dengarkan orang lain tentang kami, Tidaklah orang yang mendengarkan sendiri itu sama dengan yang medengar dari orang lain”

4) Kerjasama yang baik, antara da’i dan mad’u (audien), antara da’i dan muhsinin.

Dengan mengenal Islam secara lebih mendalam, masing-masing memahami tugas dan kewajibannya. Yang punya jabatan memanfaatkan jabatannya, yang punya harta dengan hartanya, yang punya ilmu dengan ilmunya, yang punya semuanya dengan apa yang dimilikinya.

Semua itu bagian dari perwujudan hakikat makna zuhud, yaitu :

استعمال الدنيا فيما ينفع في الآخرة

“Menggunakan dunia pada apa yang memberi manfaat akan akhiratnya”

Tentu ini perlu ditingkatkan terus, apabila ada yang sudah baik ditindaklanjuti, tapi jika ada kekurangan (dan itu pasti ada), maka perlu disempurnakan. Supaya dakwah semakin tersebar dan bisa dirasakan masyarakat luas. “Pembuka kebaikan mendapatkan pahala seperti pelakunya”.

5) Kajian dakwah Sunnah ini berjalan setiap saat tidak kenal momen tertentu, dan konten kajiannya adalah Ilmu berdasarkan firman Allah dan sabda Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam.

Tentu ini berbeda dengan sebagian kelompok yang ada, mengadakan kajian banyak hanya pada momen tertentu, sedang isinya berita siaran ulang media yang sama-sama sudah banyak diketahui masyarakat, atau banyolan sehingga yang diingat hanya lelucon, bukan oleh- oleh Ilmu yang manfaat.

Padahal ilmu Islam yang didakwahkan secara berkesinambungan inilah yang banyak memberikan perubahan di tengah- tengah masyarakat.

Sebagaimana generasi awal umat Islam berubah dengan Ilmu dan wahyu, maka dengan itu pula umat jaman ini akan bisa berubah.

Al-Imam Malik Bin Anas mengatakan:

لا يصلح آخر هذه الأمة إلا بما صلح بها أولها

“Tidak akan baik akhir umat ini kecuali dengan apa yang menjadikan awal umat terdahulu baik”

6) Dakwah ini terbantu oleh media dakwah.

Sebagian tokoh yang tidak senang dengan dakwah Sunnah ini melarang jamaah dan anak buahnya agar tidak ikut kajiannya, akan tetapi ternyata dakwah masuk ke dalam rumah- rumah mereka lewat media, yang tentu pelarangan tersebut tidak punya banyak pengaruh, bahkan bisa menjadi iklan gratis.

Maka perlu adanya peningkatan media, konten dan manajemen yang lebih profesional, dan tidak kalah penting harus syar’i, agar semakin  banyak memberikan kiprah dalam medan dakwah dan perbaikan umat.

7) Dakwah ini tidak terjun dalam kancah perpolitikan yang tabiatnya mengandung api persaingan perebutan kursi panas.

Sehingga lebih bisa diterima oleh banyak kalangan,  lambat laun akan memberikan pengaruh ke seluruh lini masyarakat, walaupun toh mereka tidak berada dalam komunitas dakwah ini.

Oleh karena itu, jangan sampai dakwah yang sudah mulai terbangun ini jatuh, sebagaimana jatuhnya dakwah di mesir saat masuk dunia politik karena tergesa-gesa, ingin bersaing dengan kelompok lain di parlemen dan merasa eman jamaahnya diambil partai tertentu.

Dari sini perlu kami tegaskan:

لا تنافسوا الناس في مجال هم أمهر منكم،  و لكن نافسوهم في مجال لم يسبقوكم أبدا

“Jangan kalian menyaingi manusia dalam medan yang mereka lebih ahli dari kalian, tapi saingilah mereka di medan yang mereka tidak akan dapat mengalahkan kalian selamanya”.

Wahai peniti jejak salafus shalih, dakwah adalah medan kalian,  jangan kalian sia-siakan, dan jangan sampai tergiur dengan fatamorgana politik yang sekilas tampak menjanjikan tapi hahikat sebenarnya adalah meruntuhkan.

Ingat, Masa depan adalah milik Islam yang Haq..
Islam yang dibawa Rasulullah dan diwariskan para sahabatnya,
Islam yang menyerukan ubudiyyah hanya kepada Allah dan ittiba’ (manut) hanya kepada Rasulullah.

Wallahul Muwaffiq li Aqwamit Thariq…

✒ Ustadz Abdul Rahman Hadi, Lc حفظه الله تعالى

💻 http://www.suaraaliman.com
Youtube.com/user/suaraalimantv
fb.com/radiosuaraaliman
———
📩 Group WA Suara Al-Iman
Radio 846 AM SURABAYA
SMS/WA 087770000846

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s