Menghindari Website Provokatif yang Mengatasnamakan Manhaj Ulama

“Nasihat untuk menghindari website provokatif yang mengatasnamakan Manhaj Ulama”

Oleh : Syaikh Sholeh bin Sa’ad as-Suhaimi

  • Guru besar Universitas Islam Madinah
  • Pengajar Masjid Nabawi

bahaya lisan
Berhati-hatilah dari sikap tergesa-gesa menghukumi yang lain. Berhati-hatilah dari sikap tergesa-gesa saat menemukan kesalahan saudaramu. Sebagian pihak terburu-buru menghukumi saudaranya padahal mereka adalah pengikut manhaj yang satu.

Sehingga mereka memaksakan diri… mereka menulis bukan pada tempatnya, dan menggunakan bukti-bukti yang maksud sebenarnya tidak seperti perkiraan mereka. Didatangkan perkataan dari saudara-saudara mereka dengan cara yang mengherankan. Dalam melakukannya dia seperti orang yang berilmu, arogan, berkata kasar, dan hal lain yang tidak bisa dibayangkan.

Berhati-hatilah dari cara yang demikian!

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (QS 16:125)

Saya ingatkan kalian dari perilaku mempelintir ucapan ulama lalu mengarahkannya tidak seperti yang mereka maksud.

Beberapa pihak mendatangi ulama terhormat dan syaikh terkenal, kemudian berkata : Ya syaikh! Bagaimana menurut anda orang yang berkata begini dan begitu! … dan syaikh menjawab dengan sesuai, bagus, tegas, dan menempatkan pada tempatnya.

Tidak lama kemudian muncul di website, dengan cara yang berbeda di internet, jawaban tersebut diposting secara zhalim dan berbau permusuhan, diletakkan dengan judul : “Syaikh Fulan telah menolak (mentahdzir) Fulan”. Kemudian mengklaim bahwa pihak yang ditanyakan tadi telah ditolak oleh ulama atau penuntut ilmu lain yang berjalan di atas manhaj ulama.

Ini merupakan bahaya yang besar, membelokkan ucapan dari tempat yang semestinya… websitenya penuh berisi dengan hal-hal seperti ini, maka berhati-hatilah, berhati-hatilah.

Berhati-hatilah !

Hindari situs/website-website yang seperti ini, jauhilah yang demikian. Website-website tersebut tidak ada kepedulian kecuali menyodorkannya pada pemuda-pemuda yang pikirannya masih hijau sehingga menjatuhkan kemuliaan seoarang penuntut ilmu

Berkata: “mereka telah berpaling begini dan begitu” dan perkataan-perkataan yang serupa. Ini seperti orang badui yang berkata, “Si Fulan berlari bersama serigala dan berjalan bersama domba”

Kamu akan menemukan orang yang menempuh jalan ini, mereka selalu berubah dan tidak konsisten, hari ini mereka berteman dengan si A, besoknya bersama si B atau si C.

Berhati-hatilah dalam menghukumi, atau dakwahmu akan menjadi dikotomi pihak-pihak tertentu.

Ini adalah sikap hizbiyyah yang nyata, yang kita selalu memperingatkan darinya, kelak bisa terjatuh dari arah yang tidak kita sangka.

Berhati-hatilah dari hal seperti ini !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s