Anjuran Menikah di Bulan Syawwal

🌺💐YUK NIKAH DI BULAN SYAWWAL…!❗

بسم الله الرحمن الرحيم

image

🌹Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallaahu’anha, beliau berkata,

تَزَوَّجَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَوَّالٍ وَبَنَى بِى فِى شَوَّالٍ فَأَىُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّى

🌻“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menikahiku di bulan Syawwal dan mulai berkeluarga denganku di bulan Syawwal, maka siapakah istri Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang lebih beliau cintai daripada aku.” [HR. Muslim]

🌿#Beberapa_Pelajaran:

1) Dalam hadits yang mulia ini terdapat anjuran menikah di bulan Syawwal.

🌼Al-Imam Muslim rahimahullah menyebutkan hadits ini dalam sebuah bab yang beliau beri judul,

اسْتِحْبَابِ التَّزَوُّجِ وَالتَّزْوِيجِ فِى شَوَّالٍ وَاسْتِحْبَابِ الدُّخُولِ فِيه

“Disunnahkan Menikah, Menikahkan dan Mulai Berkeluarga di Bulan Syawwal”

🌻Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

فيه استحباب التزويج والتزوج والدخول في شوال وقد نص أصحابنا على استحبابه واستدلوا بهذا الحديث

“Dalam hadits ini terdapat sunnahnya menikahkan, menikah dan mulai berkeluarga (malam pertama) di bulan Syawwal, dan sahabat-sahabat kami (ulama Syafi’iyyah) telah menegaskan hukum sunnahnya, dan mereka berdalil dengan hadits ini.” [Syarah Muslim, 9/209]

2) Bantahan terhadap anggapan sial menikah di bulan-bulan tertentu atau hari-hari tertentu, dan bahwa itu termasuk kebiasaan jahiliyah.

➡Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

وقصدت عائشة بهذا الكلام رد ما كانت الجاهلية عليه وما يتخيله بعض العوام اليوم من كراهة التزوج والتزويج والدخول في شوال وهذا باطل لا أصل له وهو من آثار الجاهلية كانوا يتطيرون بذلك

“Dan maksud Aisyah dengan ucapan ini adalah untuk membantah kesyirikan Jahiliyah dan takhayul sebagian orang-orang awam hari ini yang menganggap makruhnya menikah, menikahkan dan mulai berkeluarga di bulan Syawwal. Ini adalah anggapan yang batil, tidak ada asalnya (dalam syari’at), dan ini dari sisa-sisa Jahiiyah, yang dulu mereka melakukan thathayyur (merasa sial) untuk menikah di bulan Syawwal.” [Syarah Muslim, 9/209]

3) Bahkan takut sial termasuk syirik kepada Allah ta’ala, seorang mukmin hendaklah bertawakkal kepada Allah ta’ala dan beriman bahwa hanya Allah yang bisa memberikan manfaat dan menimpakan mudarat kepadanya. Adapun hari-hari, bulan-bulan dan angka-angka tersebut tidak sedikit pun dapat memberi keberuntungan dan kemudaratan baginya. Maka menghitung-hitung tanggal lahir calon pengantin untuk menentukan jodoh atau hari pernikahan yang cocok adalah termasuk kebiasaan jahiliyah dan syirik kepada Allah ta’ala.

➡Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَة مِنْ حَاجَته ، فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang dihalangi oleh perasaan sial untuk melakukan hajatnya maka ia telah berbuat syirik.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 6264]

➡Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

الطِّيَرَةُ شِرْكالطِّيَرَةُ شِرْك وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

“Takut sial itu syirik, takut sial itu syirik, dan tidaklah dari kita kecuali merasa takut sial, akan tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakkal.” [HR. Abu Daud dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, Shahihut Targhib: 3098]

4) Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menerangkan bahwa pernikahan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dengan Aisyah radhiyallahu’anha menunjukkan dua hukum penting terkait pernikahan:

📚Pertama: Boleh bagi orang tua atau wali menikahkan anak kecil yang belum baligh meski tanpa izinnya dengan syarat ada suatu kemaslahatan yang besar, seperti dinikahkan dengan seorang ulama atau seorang yang shalih. Adapun menikahkannya tanpa kemaslahatan, seperti hanya agar orang tua mendapatkan bagian dari maharnya maka tidak boleh.

📚Kedua: Bolehnya orang tua atau orang dewasa menikahi gadis muda, bahkan termasuk sunnah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, tidak sepatutnya mencela dan menjelek-jelekan hal tersebut (lihat I’aanatul Mustafid, 1/183).

5) Hadits yang mulia ini juga menunjukkan keutamaan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha dan bantahan terhadap orang-orang kafir Syi’ah yang membenci dan mencela beliau. Bahkan beliau adalah wanita yang paling mulia, hanya saja ulama berbeda pendapat apakah beliau lebih mulia daripada Khadijah radhiyallahu’anha atau sebaliknya, yang benar adalah masing-masing memiliki kemuliaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh yang lainnya, tetapi ulama seluruhnya sepakat wanita terbaik adalah Aisyah dan Khadijah radhiyallahu’anhuma (lihat I’aanatul Mustafid, 1/183-184).

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber: http://sofyanruray.info/yuk-nikah-di-bulan-syawwal/

Disebarkan oleh Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
➡WA Ta’awun Dakwah: 08111377787
➡Web: www.taawundakwah.com
➡Fb: www.facebook.com/taawundakwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s